Profil

22 Agustus 2014
by Administrator
2 Komentar




 





 



 



Kami adalah bibit kecil yang  bertekad untuk melakukan gerakan kolaborasi profesi pendidik dan desainer grafis/ilustrator/animator agar memberi perkembangan pendidikan bagi anak bangsa Indonesia.

Metode belajar mengajar saat ini tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan waktu sekolah saja atau bahkan di les tambahan sekalipun. Kegiatan belajar saat ini sudah lintas ruang dan waktu. Materi-materi terbaik dari berbagai dunia sudah bisa diakses dimanapun dan kapanpun oleh siapapun. Materi-materi terbaik akan menjadi lebih kuat bila konten bersanding dengan visual yang terbukti mampu mempercepat pemahaman pelajaran bagi siswa. Konten bersanding dengan visual inilah yang menjadi jantung gerakan visualcerdasindonesia. Bahwa kolaborasi, kerjasama, saling mengisi celah untuk memajukan pendidikan dan bersama-sama memberi manfaat kepada anak-anak Indonesia melalui visual learning. Produk kami adalah  “EDUGRAFIS” yaitu materi pelajaran/pengetahuan yang divisualkan menurut kaidah desain grafis untuk memperoleh konteks bahwa manfaat penyerapan pelajaran lebih mudah terjadi. Kami terus membuka peluang kerjasama desainer grafis, illustrator dengan guru, pendidik, pakar di sekolah untuk bersama-sama duduk di ruang kolaborasi untuk menghasilkan produk edugrafis. Hasilnya dipersembahkan untuk pendidikan anak bangsa indonesia. Kolaborasi profesi ini diarahkan untuk memihak kepada pengetahuan bagi anak bangsa Indonesia sebagai calon generasi, calon pemimpin dan karakter budaya.

VISI

Tumbuhnya anak-anak Indonesia yang cerdas dan paham pengetahuan sebagai cikal bakal Kebesaran Bangsa Indonesia di Masa yang berkelanjutan.

MISI

- Memanfaatkan metode visual dalam media belajar mengajar.

- Menjadi mediator antara komunitas di bidang pendidikan dan bidang desain komuikasi visual, illustrasi dan animasi.

- Mengajak dan melibatkan sebanyak-banyaknya orang untuk peduli pendidikan di Indonesia.



Didirikan pada September 2013 oleh Inda Ariesta, Nathania Tifara Sjarief, Hario Sasongko dan Deddy Syamsuddin yang memiliki kesamaan melihat permasalahan di dunia pendidikan, Nama Indonesia selalu menjadi urutan kesekian dalam dunia pendidikan, buku-buku bervisual baik hanya bisa dijangkau dengan biaya besar dan melihat peluang kerja visual dalam meningkatkan pemahaman pengetahuan. Kami memutuskan untuk mendirikan visual cerdas Indonesia yaitu tempat komunitas guru/pendidik, Desainer grafis, illustrator, animator, bekekerjasama mengambil peran dalam dunia pendidikan. Percepatan pemahaman pengetahuan sama dengan peningkatan kejayaan Bangsa Indonesia.





PENDIRI

INDA ARIESTA / Manajer Utama

Mengajar menjadi semangat baginya dalam kehidupan sehari-hari. Menjalankan aktifitas dari pengajar di BINUS University, juga menjalankan Chantara bersama Myrna Munadi, yaitu menyampaikan kecantikan hasil budaya Indonesia dalam bentuk barang keseharian, serta menjalankan beberapa aktifitas organisasi profesi, salah satunya sebagai co-founder FDGI (forum desain grafis Indonesia). Bermula dari kegelisahannya akan karya-karya Desain Grafis yang di dominasi untuk kepentingan kalangan yang memiliki kemampuan secara financial, khususnya di bidang pendidikan. Menurutnya profesinya haruslah mampu memberi manfaat yang lebih banyak dan luas serta mengambil peran dan tanggung jawab dalam dunia Pendidikan. Bersama Kawan-kawannya dari S2 IKJ membentuk visual Cerdas Indonesia dimana peran desainer diangkat sebagai profesi yang sangat dibutuhkan pendidikan.





NATHANIA TIFARA SJARIEF/Manager Kreatif & Produk Pengembangan

Nathania melihat situasi masalah anak yang mengalami kesulitan belajar, namun mereka lebih terbantu belajar dengan media visual. Gambar mampu berbicara lebih banyak daripada kata-kata. Itulah salah satu alasan Nathania menjadi Desainer Grafis dapat melengkapi desain media pembelajaran dengan visual yang menarik. Anak jadi lebih mudah mencerna pesan pembelajaran yang diberikan dengan melihat gambar-gambar. Umumnya anak juga tertarik dan termotivasi belajar dengan melihat gambar-gambar yang warna-warni. Prinsip Visual Cerdas Indonesia salah satunya juga membantu anak-anak Indonesia mau semangat belajar dengan menerima transfer ilmu pengetahuan lewat daya tarik visual. Sekarang Nathania bekerja sebagai Desainer Grafis. Salah satu desain yang sudah kerjakannya dan dipublikasikan di Gramedia adalah buku dengan judul “ Lihat, Aku Bisa Memasak” ditulis oleh Ibu Kunti Indra guru dari Sekolah Alam Cikeas. Pekerjaannya sekarang ini adalah mendukung pendidikan anak Indonesia. 



DERMAWAN SYAMSUDDIN

Karier animasinya dimulai sejak tahun 1996, diawali sebagai pengajar animasi pada salah satu tempat pendidikan kursus. Dan 1997, pertama kalinya terjun kedunia profesional karir sebagai tenaga freelancer untuk penggarapan iklan komercial dan TV. Dan keduanya tetap dilakoni sampai saat ini secara bersamaan. Tahun 2006, saat mengajar sebagai dosen tetap di Binus University, diberi kepercayaan untuk membentuk jurusan atau program study animasi dilevel S1. Sehingga secara resmi Binus University membuka program study Animasi tahun 2007 dan terus berkembang sampai sekarang dengan total siswa mencapai 700an untuk mahasiswa aktif persetiap tahunnya.Era digitalisasi dan internet merubah paradigma animasi itu sendiri kearah lebih meluas yang bukan hanya mencakup tayangan hiburan, tapi juga ssudah merambah ke media edukasi. Wadah yang tercipta dalam visulcerdasindonesia.com memberikan ruang kreasi baru bagi kreator-kreator visual bergerak untuk memberikan konstribusi kompentesinya dengan berkolaborasi dengan kompetensi pendidik untuk menciptakan budaya visual baru dalam memahami suatu pembelajaran. Semua ini dilandasi oleh visi dan misi dalam menciptakan budaya visual learning yang dapat dinikmati oleh pemerhati dan pekerja pendidikan serta siswa terdidik untuk memajukan pendidikan bangsa Indonesia.



HARIO SASONGKO

Hario Sasongko telah menjadi praktisi animasi di industry animasi sejak 2001,menjadi pengajar di bidang animasi dan sutradara animasi sejak 2007, menjadi national finalists di the IYCE Screen 2007 dan IYCE Screen 2008, dan menjadi pemenang ICT Award 2008,pemenang Pameran Produksi Indonesia 2008,ICT Award 2009 juara favorit dan the best character MNC Anima Fest 2011, dan saat ini masih menjadi pengajar di Bina Nusantara dan SAE institute dan sebagai sutradara animasi di berbagai projek.







TIM KREATIF



LUCKY RIZKY

Lulusan Desain Komunikasi Visual terbaik tahun 2014 dari School of Design BINUS University ini memandang  bahwa generasi muda sebagai pilar sebuah bangsa berperan sangat penting dalam menciptakan masa depan bangsa yang berdaya saing tinggi, bahkan sebelum itu yaitu masa depan dari dirinya sendiri. Pendidikan menjadi faktor yang sangat penting dalam prosesnya sehingga setiap kontribusi yang diberikan sangat berarti. Melalui visual yang edukatif dan informatif dalam rangka mencerdaskan bagsa langkah awal melalui inovasi media kreatif yang mengedukasi anak kecil merupakan awal dari generasi muda yang lebih baik dan akan menciptakan pribadi, lingkungan, hingga kebaruan bagi bangsa yang lebih mandiri dan cerdas. Lucky sangat tertarik untuk menjadi bagian dari Visual cerdas Indonesia dan berkontribusi untuk bangsa yang lebih cerdas, kreatif, dan inovatif.



KIKI ANINDRA

Kiki baru saja menyelesaikan kuliahnya di School of Design BINUS University di tahun 2014. Kiki memiliki semangat untuk bisa memberi manfaat akan desain kepada lebih banyak orang. Melalui Visual Cerdas Indonesia, kiki ingin membantu pendidikan anak-anak Indonesia agar bisa menikmati visual agar mudah memahami pelajaran.




 

2 Komentar
Beri Komentar

    didit priyo utomo 2 years ago

    Kapan berwisata di Batu?

    Silahkan login terlebih dahulu.

    Administrator 2 years ago

    Halo Pak Didit.
    Bisa diperjelas dengan pertanyaan bapak mengenai wisata ke batu ?

    Silahkan login terlebih dahulu.

Beri Komentar

Silahkan LOGIN terlebih dahulu sebelum memberi komentar.
KLIK DISINI jika belum terdaftar sebagai anggota.